paragraf tentangku
Harapanku adalah dapat bertindak sesuai inginnya hati dan mengacuhkan opini orang lain. Sayangnya, keraguan atau istilah yang kau sebut minder itu selalu bersemayam dalam angan. Intervensinya tak pernah absen dalam diri.
Aku menulis bukan berarti enggan berbicara atau memang seperti ini. Ada semacam kronologi yang enggan dibahas dan menyembunyikan diri yang dulu. Ia tau perubahan. Namun banyak macamnya. Ini tidak termasuk baik atupun buruk. Entahlah. Tak ada definisi, juga ilustrasi yang terbayang. Layaknya menikmati apa yang ada di depan mata.
Aku suka kata-kata. Selalu penasaran pada frasa-frasa yang asing terbaca. Suka majas yang berarti tak perlu terus terang tentang apa yang terjadi. Seolah membungkusnya dengan rapi dan akan terbuka, juga terpahami oleh yang penasaran dengan maknanya.
Aku mempelajari tentang karya sastra yang kurasa memang menarik perhatian. Belajar juga menciptakannya dari jari-jemari yang terlalu dini ini. Mencari topik apapun yang ada dalam benak. Merasa senang saat dirasa semua yang tertulis itu karangan yang menurutnya bagus versi diri sendiri. Lol.
Aku tau selalu mengulang kata karena kurangnya perbendaharaan. Wkwk. Tapi, tak dapat dipungkiri, intinya ingin selalu menulis setiap kali sempat. Bahkan bila tak sempat, menyimpannya lebih dulu dalam ingatan adalah pilihan yang tepat. Sehingga, waktu sela bisa menulisnya disini atau dimanapun itu yang mungkin sengaja disembunyikan. Seolah ingin terus menjadi teka-teki diantara kalian yang menginginkan jawaban.(but I'm not really sure, haha)
Aku nyaman berada di posisi ini. Entah itu tawa, luka, air mata, atau bahagia, media ini tak pernah meninggalkan dan tak pernah ingin ditinggalkan.
Mungkin ini terdengar egois. Mungkin, katamu manusia layak bercerita pada sesama manusia dan kenapa memendamnya sendiri seperti ini. Haha. Kita tau ada kontra di semesta ini yang tak selalu dapat kita samai. Ada gravitasinya masing-masing. Ada waktunya sendiri kapan perbedaan itu dapat disamai dan juga ada yang harus kita terima perbedaan itu.
Meskipun sifatnya individu, diri selalu belajar lapang dada pada yang bukan kehendaknya. Ya, walau sering berontak sendiri dalam bentuk ocehan yang tak kau dengar suanya.
Sudahlah sampai sini saja, tak ingin tulisan ini terkesan panjang. Wkwk. Karena sejujurnya, sangat tak menginginkan terus terang begini, bahkan membiarkan kalian tau apa maksud ini semua.
Sudahlah sampai sini saja. Akan dilanjutkan lagi pada bagian selanjutnya. Mungkin. Jika itu mungkin.
Comments