Puisi
Bait-baitku terbengkalai tanpamu
Sedang, pembacanya menyeru bahasan baru.
Nyatanya kau juga tau,
Hidup ini tak hanya untuk membahasmu,
Apalagi merumuskan dan memadatkan kata
dimana kamu satu-satunya yang dituju.
Berbagai macam wacana sekitar yang tak harus diabaikan begitu.
Tiang-tiang rapuh pun aku tak peduli dan acuh,
Sautan-sautan lemah itu masih saja membuat bisu,
Gerakan-gerakan lugu itu tak pernah membuat terpaku,
Rumah-rumah sepi itu juga tak sempat membantu berteduh.
Tapi kamu, bisa saja menyihir untuk selalu berlabuh.
Padamu, puisiku tak ingin runtuh.
Comments